submitt

Slide 1 Title Here

Your Description Here..................................

Slide 2 Title Here

Your Description Here..................................

Slide 3 Title Here

Your Description Here..................................

Slide 4 Title Here

Your Description Here..................................

Slide 5 Title Here

Your Description Here..................................

Showing posts with label Berita PNPM 2012. Show all posts
Showing posts with label Berita PNPM 2012. Show all posts

Fasilitator Kecamatan

9:12 AM | , , , , , , , , , ,



FASILITATOR…!!! E…hemmmm…..!!!???. Di lain hal menjadi seorang Fasilitator ada kebanggaan tersendiri dengan sebutan sebagai seorang Fasilitator, dia dituntut menjadi seorang yang bisa memfasilitasi terkait Program ditingkat kecamatan, nagari, kampung atau dusun bahkan dengan pihak lain sekalipun.

Berbicara dengan fasilitasi tentu si Fasilitator akan bertemu dengan banyak orang serta stacholder – stacholder yang ada ditingkat Kecamatan dan Nagari-nagari wilayah dimana si Fasilitator di tugaskan. 

Suatu kebanggaan memang, apabila si Fasilitator berhasil melakukan fasilitasi atau pendampingan ditingkat kecamatan pada suatu kegiatan, atau berhasil dalam memfasilitasi penanganan sebuah masalah, semua orang memuji dan menganggap fasilitator seorang yang super. 

Namun sebaliknya dikala Fasilitator dihadapkan pada sebuah masalah yang begitu konflik, seolah-olah pihak lain yang selama ini selalu bersama-sama dengan fasilitator, apabila diajak berbicara tentang penanganan masalah, ada suatu keengganan bagi pelaku-pelaku yang terkait yang dirasakan si-Fasilitator untuk terlibat dalam penyelesaian masalah yang sedang dihadapi oleh si-Fasilitator tersebut. 

Tidak boleh tidak, karena jabatan sebagai Fasilitator telah disandang, si-Fasilitator harus dapat menjadi mediator dalam penyelesaian masalah tersebut dengan teknik atau cara si-fasilitator itu sendiri. Dalam penanganan masalah yang paling sering dilakukan oleh seorang fasilitator yaitu kembali pada Petunjuk Teknis Operasional (PTO). Hal ini betul-betul membantu sang Fasilitator dalam bertindak untuk mengambil suatu keputusan bersama-sama dengan masyarakat.

Ada beberapa sanksi yang dapat dilakukan dalam hal penanganan masalah yang merujuk pada PTO Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan, antara lain :


  1. Sanksi masyarakat, sanksi yang ditetapkan melalui kesepakatan dalam musyawarah masyarakat, dimana kesepakatan sanksi dituangkan secara tertulis dan dicantumkan dalam berita acara musyawarah.
  2. Sanksi hukum, sanksi yang diberikan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
  3. Sanksi Program, sanksi ini berdampak terhadap keberlanjutan program di tingkat kecamatan atau desa, apabila Kecamatan atau desa, jorong, tidak dapat mengelola PNPM Mandiri Perdesaan dengan baik, seperti :

a.       Menyalahi prinsip-prinsip program
b.      Menyalahgunakan dana atau wewenang,
c.       Penyimpangan prosedur
d.      Hasil kegiatan tidak terpelihara dan tidak dapat dimanfaatkan oleh  masyarakat.

Dari tiga sanksi diatas, ini merupakan senjata ampuh yang selalu dipergunakan oleh Fasilitator dalam menyelesaikan sebuah masalah ditingkat kecamatan, Nagari/Desa. Penanganan masalah yang dilakukan tentu tetap berpijak pada penyelesaian berjenjang.

Disaat si Fasilitator berhasil dalam memfasilitasi suatu kecamatan dalam pelaksanaan Program, termasuk penanganan masalah yang begitu konflik, yang didapat oleh sang Fasilitator hanya gigit jari, sedangkan masyarakat yang mereka damping seperti UPK, BKAN, PL, TPPP dan KPMJ mereka diberikan kesempatan untuk mendapatkan “REWARD”, hal ini tentu akan   mengurangi semangat Fasilitator dalam peningkatan kinerja dalam program lantaran tidak adanya keadilan bagi si Fasilitator. 

Yang paling menyakitkan bagi si Fasilitator, kebiasaan yang selalu mengesampingkan Fasilitator dalam mengambil kebijakan adalah “Asal Bapak Senang” (ABS), yang dapat nama dalam keberhasilan tersebut adalah petinggi-petinggi kecamatan, Kabupaten dan Propinsi, hal ini terbukti dengan penilaian yang dilakukan baru-baru ini, semua pelaku masyarakat yang terbaik mendapatkan reword dan termasuk petinggi-petinggi kabupaten dan propinsi, dan bagaimana dengan Fasilitatornya....?

Tentu hanya sebagai penonton dan bukan pemain, tapi sebaliknya dikala pelaku masyarakat tidak berdaya dalam mensukseskan program, yang mendapat cercahan atau “lamang angek” adalah si Fasilitator. Seolah-olah si Fasilitator hanya sebagai “ganja batu”, disaat kendaraan yang di ganja batu melaju, maka si ganja batu tidak diikutkan naik pada kendaraan, tetapi sebaliknya siganja batu tetap tinggal sebagai “GANJA BATU”.

Bekerja sebagai "FASILITATOR” pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), harus bisa menyatupadukan budaya local, social, adat istiadat dengan aturan-aturan yang ada di dalam Program guna suksesnya pelaksanaan program dikecamatan dimana dia bertugas.

Untuk menghadapi dan menyatupadukan aturan-aturan program  dengan pola pikir masyarakat yang beragam latar belakang, Fasilitator bersama perangkat desa merasa kesulitan dalam mengumpulkan masyarakat untuk melakukan  musyawarah-musyawarah, yang namanya manusia biasa terkadang membuat sang fasilitator kesal dalam pelaksanaan musyawarah, sebagaimana dituntut pada alur tahapan program itu sendiri, sementara masyarakat yang akan difasilitasi oleh fasilitator itu sendiri enggan untuk berkumpul guna merencanakan pembangunan di desanya. 

Dalam musyawarah-musyawarah, fasilitator selalu berhadapan hanya dengan tokoh-tokoh desa/Nagari. Sulitnya mengumpulkan masyarakat memang terkadang muncul kejenuhan bagi seorang fasilitator dalam pelaksanaan musyawarah-musyawarah sementara progres ditingkat kecamatan selalu didesak untuk pelaporan ketingkat Kabupaten. 

Terkadang lama kelamaan kejenuhan itu datang juga menghampiri diri sang fasilitator karena sering dihadapkan pada masalah-masalah yang diluar kemampuan. Sebagai Fasilitator dalam pekerjaan cukup banyak Jorong/ Nagari  minta bantuan dalam pendampingan, belum lagi pelaksanaan peningkatan kapasitas masyarakat yang juga harus dilaksanakan, sehingga sang Fasilitator terlalu sibuk dan terkadang tidak dapat memberikan perhatian yang optimal kepada masyarakat. 

Rasanya dalam hal ini tidak begitu banyak alasan untuk dapat membantu sang Fasilitator, karena atasan juga sibuk dengan laporan dan supervise ke tingkat kecamatan-kecamatan diwilayah kabupaten tempatnya bertugas terhadap pelaksanaan kegiatan. 

Beban administrasi kadang-kadang terpaksa tertunda lantaran begitu banyaknya administrasi pelaporan yang harus dilaporkan belum lagi peningkatan kapasitas masyarakat. Dengan begitu banyaknya pelaporan administrasi serta prosedur dan mekanisme yang harus dilakukan, lama kelamaan pekerjaan sang Fasilitator hanya menjadi jabatan yang mencari titik aman, dan tidak perlu terlalu menghabiskan tenaga karena evaluasi  kinerja tidak menjadi perhatian bagi atasan tetapi prosentase progress adalah pilihan utama.
Kita semua tahu betul keistimewaan dan keunggulan dari PNPM Mandiri Perdesaan, karena kurang lebih 15 Tahun perjalanan program di Indonesia umumnya banyak hal yang positif yang dapat dipetik dari PPK / PNPM Mandiri Perdesaan yakni:

  1. Teknik Perencanaan Pembangunan Desa
  2. Teknik Pengambilan Keputusan dan skala prioritas
  3. Terjadinya transfer ilmu dari Fasilitator pada pelaku ditingkat masyarakat
  4. Teknik pelaksanaan kegiatan serta pengawasan kegiatan oleh masyarakat
  5. Terbukanya lapangan kerja ditingkat Desa / Nagari
  6.  Adanya alokasi modal yang dapat diakses oleh masyarakat untuk pengembangan usaha
  7. Masyarakat mandiri dalam merancang kebutuhan social dasar yang mengacu pada RPJM Nagari serta Rencana kegiatan pembangunan nagari (RKP Nagari)
  8.  Dan masih banyak keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh PPK / PNPM Mandiri Perdesaan.

Program ini bisa dijadikan sebagai bukti nyata dimana dalam pelaksanaan perencanaan yang dimulai dari rembug dusun/jorong, bahwa masyarakat awam pun dapat ikut berpartisipasi dalam menentukan arah pembangunan dusun/jorongnya. 

Sayangnya, akhir-akhir ini PNPM Mandiri Perdesaan mulai melupakan apa yang dipelajari dari pengalaman bersama dari sekian tahun tentang cara membangun Desa/Nagari dengan lebih baik, cara pengambilan keputusan yang jauh lebih berhasil, keberlanjutan atau manfaat jangka panjang bagi masyarakat. 

Aturan dan prosedur yang melindungi proses sering dianggap formalitas saja, dan kita telah kehilangan arah ketujuan terbesar dan terpenting dalam pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di bumi pertiwi ini.

Mudah-mudahan tulisan ini tidak menjadikan acuan bagi sang Fasilitator, tetapi resikonya pasti ada terhadap perjalanan program kedepan. Masalah ini bukanlah masalah sang fasilitator itu sendiri, akan tetapi ini adalah masalah bagi fasilitator-fasilitator diseluruh bumi pertiwi. 

Mudah-mudahan pula tulisan ini bisa membantu penyemangat sang fasilitator dalam meningkatkan kinerja demi masyarakat miskin di lapangan, amin.

Read More

Sidang kenaikkan BBM 2013

2:12 AM | , , , , , , , , ,

Jakarta, -Pemerintah akhirnya mengantongi legitimasi politik untuk menaikkan harga BBM. Rapat Paripurna DPR RI mengesahkan RUU APBN Perubahan 2013 menjadi Undang-undang. Keputusan pengesahan RUU itu diambil sesudah melalui mekanisme voting.

FPDIP melalui Bambang Wuryanto Sekretaris Fraksi menyatakan menolak RUU APBN 2013 dan sudah menyiapkan postur APBN yang tidak perlu menaikan harga BBM. Dikhawatirkan kenaikan BBM akan menimbulkan inflasi sampai 8,5 persen seperti yang pernah disampaikan gubernur BI. Belum lagi berdampak kenaikan harga pangan dan mendekati Lebaran yang tentu akan membebani masyarakat.

Sementara Syarifudin Suding Ketua Fraksi Partai Hanura mengatakan APBN P 2013 masih akan menanggung biaya korban lumpur Lapindo sekitar Rp150 milyar.

Gerindra melalui Ahmad Muzani menegaskan BLSM tidak menyelesaikan kemiskinan. Pemerintah seharusnya berkonsentrasi pada kesejahteraan masyarakat miskin di pedesaan dan alat transportasinya. RAPBN P 2013 tidak menyentuh masalah ini, termasuk memberikan kredit pupuk dan sebagainya pada petani. Pemerintah seharusnya mengentaskan kemiskinan,dan tidak membagi-bagikan uang kepada masyarakat yang dianggap miskin.

Adapun hasil votingnya :

Hanura : 14 (menolak)
Gerindra : 25 (menolak)
FPKS : 51 (menolak)
FPDIP : 91 (menolak)

Jumlah menolak : 181

FPKB : 23 (menerima)
FPPP : 34 (menerima)
FPAN : 40 (menerima)
FPG : 98 (menerima)
FPD : 143 (menerima)

Jumlah menerima : 338

Dengan jumlah menerima 338, Marzuki Alie ketua DPR sekaligus pimpinan sidang menyatakan RUU APBN P 2013 dinyatakan diterima dan disahkan menjadi UU.

"Dari hasil pemungutan suara,jumlah anggota dewan yang menerima 338 anggota,yang menolak 181 orang anggota, maka rapat paripurna ini memutuskan menyetujui Rancangan Undang-Undang terhadap perubahan atas UU no 19 tahun 2012 tentang APBN tahun anggaran 2013 untuk disahkan menjadi UU." ujar Marzuki.

Sementara Chatib Basri menteri keuangan dalam sambutan sesudah pengesahan RUU APBN P 2013 memberi apresiasi atau penghargaan kepada seluruh anggota dewan.

"Syukurlah, dengan komitmen yang tinggi dan konsisten dari pemerintah dan DPR,kita semua bisa menyelesaikan RUU Perubahan APBN 2013 secara tepat waktu. Untuk itu, kami atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh anggota dewan yang terhormat," pungkas Chatib.

Marzuki Alie Ketua DPR memberi kesempatan pada tiap-tiap fraksi menyampaikan pandangannya soal menerima dan menolak RUU RAPBN P 2013. Sesudah menyampaikan alasan menolak atau menerima, baru kemudian dilakukan voting atau penghitungan suara. (ari)
http://politik.suarasurabaya.net/news/2013/120604-RUU-RAPBN-P-2013-Disahkan,-Harga-BBM-Segera-Naik
Read More

Jalan Ambruk di Selokambang

11:50 PM | , , ,

Jembatan Ambrol Purwosono
         Warga sekitar pemandian alam Selokambang Desa Purwosono Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur  resah. Pasalnya, sudah hampir 4 bulan ini salah satu jembatan penghubung antar dusun yang ada di sekitar lokasi pemandian wisata milik Pemerintah Kota Lumajang tersebut ambrol. Sehingga, warga harus ekstra hati – hati ketika lewat pada ruas sisi jembatan itu. Jika tidak, mereka akan terperosok dan masuk ke sungai yang tepat berada di bawah jembatan itu.

Namun demikian, pihak kepala desa setempat dengan pihak Dinas Pariwisata selaku pengelola pemandian alam yang ada di Dusun Selokambang Desa Purwosono Kecamatan Sumbersuko seolah lepas tangan dan saling tuding. Bahkan kedua pihak itu, menolak jika jembatan itu menjadi tanggung jawabnya. Herannya lagi, jembatan ambrol itu dibiarkan sampai berbulan-bulan.

Demikian yang disampaikan oleh Sulastini (43) salah satu warga yang menetap di dusun Selokambang itu. Menurutnya, sudah hampir 4 bulan ini kondisi jembatan yang ambruk itu diabaikan. Padahal, jembatan tersebut merupakan salah satu akses penghubung dengan dusun lainnya dan Desa tetangga.

Ironisnya, ketika warga melaporkan kondisi jembatan itu ke pihak kepala desa, malah disuruh lapor ke pihak Dinas Pariwisata selaku pengelolah pemandian Selokambang. Kepala desa berdalih, jika jembatan itu masuk dalam area pemandian Selokambang. Namun setelah warga lapor ke pihak pengelolah pemandian, malah disuruh menghadap ke kepala desa. “Seolah keduanya lepas tangan dan saling tuding Mas,” terangya.

Yang lebih mengkawatirkan adalah, jika pada malam hari jalan di dusun tersebut minim penerangan. Sehinga, kondisi jalan menjadi gelap dan hampir tak terlihat jika jembatan itu ambruk.”Dulu juga ada warga yang terperosok pada jembatan itu Mas, ketika itu hujan lebat dan cauca mendung gelap. Beruntungnya, sepeda motor yang dikendarainya masih menyangkut di bibir aspal yang ambrol itu. Sehingga korban tidak sampai jatuh ke bawah,” terangnya lagi. 

Hal senada juga disampaikan oleh Kartomo (56), menurutnya, warga setempat hanya bisa memasang pelang bambu pada kanan kiri pada jembatan yang rusak itu. Agar jembatan tersebut tidak dilewati oleh kendaraan roda empat. “Itupun kita harus ekstra hati-hati untuk melewatinya, Jika tidak, kita bisa terperosok,” ungkapnya.

Diketahui, jembatan yang lebarnya sekitar 4 meter itu, kini lebarnya hanya tersisa sekitar 75 centi meter saja. Sehingga warga yang mengendarai sepeda motor, ketika lewat pada jembatan itu harus bergantian agar tidak terperosok.

Warga setempat berharap, agar pemerintah daerah segera mau memperdulikan kondisi jembatan yang ambruk itu. Sebab, jembatan itu adalah salah satu akses penghubung antara dusun satu dengan dusun yang lain. Kedepan, agar tidak terjadi lagi korban-korban yang berikutnya.
Read More

Menjelang Pilkada Lumajang

2:26 AM | , , , , , , , , , , ,

SumbersukoNews. Meskipun pelaksanaan kampanye Pilkada Lumajang tinggal sepekan lagi, namun sejumlah permasalahan terkait hal tersebut hingga saat ini masih belum terselesaikan, salah satunya adalah sumber dana kampanye yang belum jelas darimana asalnya.

Pudoli Sandra SH, Divisi Hukum KPU Lumajang kepada wartawan mengatakan sesuai dengan Undang-undang yang isinya menyangkut asal sumber dana kampanye seharusnya terlaporkan sebelum kampanye berlangsung. "Faktanya, hingga kemarin belum ada laporan terkait dengan

Menurut Pudoli, pihaknya sudah berkali-kali menyinggung soal sumber dana kampanye kepada Tim Suskes Paslon. Namun hingga kemarin pihaknya belum menerima laporan soal sumber dana kampanye dari semua tim sukses pasangan calon.

Pudoli juga mengaku pihaknya belum mengecek tentang Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) masing-masing calon. Pasalnya LHKPN yang diaudit KPK itu juga belum diterima. Padahal LHKPN juga berkaitan dengan sumber pendanaan kampanye. "LHKPN juga belum kami cek, kemungkinan belum turun," ungkapnya.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Lumajang, Al Mas'udi menegaskan bahwa pihaknya juga belum menerima laporan terkait sumber dana Kampanye. "Kami belum menerima laporan itu dan Kami masih menunggu," ujarnya.

Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Al Mas'udi menerangkakan bahwa sumber dana kampanye itu harus di publikasikan sepekan sebelum kampanye. "Kami hanya sebatas menerima salinan yang kemudian dijadikan bahan untuk menyemprit ketika ada sumber dana kampanye yang melanggar aturan," katnya.

Almas'udi juha mengaku jika pihaknya baru tahu soal dana kampanye ini. Tetapi yang pasti,dana kampanye harus diaudit oleh akuntan publik yang diakui. Sumber dana kampanye yang berasal dari perorangan menurutnya hanya dibatasi tidak boleh lebih Rp 50 juta. "Dana kampanye yang berasal dari perusahaan atau badan usaha dibatasi paling banyak adalah Rp 350 juta, jika lebih dari itu termasuk pelanggaran," tegasnya.

Almas'udi juga menegaskan sesuai undang-undang sumber dana kampanye tidak boleh berasal dari pihak asing. "Jika ada dana kampanye yang bersumber dari pihak asing, itu termasuk pelanggaran," tambahnya.

Sayangnya, hingga saat ini semua sumber dana kampanye tersebut belum terlacak darimana asalnya. Jangankan jumlah dana yang dimiliki calon untuk kampanye, sumber dana dari bantuan partai, perseorangan, badan usaha saja masih belum diketahui.
sumber dana kampanye," katanya.
Read More

Gara-gara Putus Cinta, Seoarng Janda Nekat Tenggak Racun Serangga

11:35 AM | , , , , , , , , ,

Gara-gara diputus cinta, seorang janda asal Sumbersuko, Lumajang nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun serangga. Janda bernasib tragis ini bernama Siti Fitriani (27) tewas dengan mulut berbusa di rumahnya.

"Korban ditemukan sudah dalam kondisi tergeletak tak bernyawa di kamar rumahnya," kata Kapolsek Sumbersuko AKP Khuzaini saat dikonfirmasi  usai rapat persiapan HUT Bhayangkara di Mapolres Lumajang, Senin (4/6/2012).

Korban pertama kali ditemukan tak bernyawa, kata dia, pukul 07.30 WIB oleh keluarganya. Pihak keluarga curiga setelah mendapati pintu kamar korban terkunci rapat.

"Padahal, biasanya korban di jam-jam seperti itu, sudah bangun," tambahnya.

Keluarga membangunkan korban dengan berkali-kali mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban. Karena curiga, keluarga membuka paksa pintu kamarnya.

Saat itulah, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Selain racun serangga, keluarga juga melnemukan sebotol air mineral. Atas penemuan ini langsung dilaporkan ke Polsek Sumbersuko dan dilakukan olah TKP.

"Hasil dari olah TKP korban dipastikan bunuh diri dengan menenggak cairan yang botolnya ditemukan di dalam kamarnya. Selanjutnya, korban kita evakuasi ke kamar mayat RSU dr Haryoto Lumajang guna menjalani otopsi," paparnya.

Dari informasi yang dihimpun petugas dari saksi-saksi pihak keluarga, terungkap jika korban selama beberapa hari cenderung murung. Hal itu karena janda satu ini putus cinta dengan kekasihnya.
Read More

UPK Kecamatan Dukung Sukseskan PNPM di Kaltim

9:28 AM | , , , , , , , , , ,

SAMARINDA - Unit Pengelola Kegiatan (UPK) tingkat Kecamatan diharapkan dapat mendukung sukses penyelenggaraan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan (MP) di Kaltim. Pasalnya, melalui dukungan UPK di kecamatan, program PNPM dinilai sukses, terutama sebagai penyalur dan pengelola kegiatan dana bantuan dari PNPM-MP di Kaltim.
"Karena itu, peran UPK di kecamatan sangat mendukung dalam mensukseskan penyelenggaraan pengembangan pembangunan perdesaan di Kaltim," kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Kaltim, H Sofyan Helmi, Jumat (1/6).
Melalui UPK, diharapkan program PNPM-MP di Kaltim dapat berjalan sukses. Karena, selain UPK dipilih dan dibentuk langsung oleh masyarakat di kecamatan yang di SK-kan oleh Bupati, UPK juga sebagai pengelola dalam mensukseskan penyelenggaraan PNPM-MP.
Dari program yang telah disusun UPK, kemudian dengan manajemen yang baik, diharapkan sistem manajemen UPK dilaksanakan secara tertib, teratur dan terarah.
"Selanjutnya melalui UPK diharapkan adanya sistem kontrol dan dukungan penuh baik dari masyarakat maupun aparat pemerintah setempat serta sikap disiplin dan profesionalisme para pengurus. Diharapkan, hal ini memberikan dampak yang baik terhadap perkembangan UPK dan perkembangan pembangunan di masyarakat, terutama dalam pembangunan fisik dan non fisik," jelasnya.
Program yang diharapkan dapat didukung dan dikelola UPK agar sukses di masyarakat adalah adanya pengembangan usaha simpan pinjam khusus kelompok perempuan (SPP) pada program PNPM-MP hingga 2013.
Menurut dia, masyarakat menyatakan bahwa SPP perguliran sangat bermanfaat bagi peningkatan pendapatan kelompok perempuan yang memanfaatkan dana tersebut. Data 2012 jumlah kelompok perempuan yang telah memanfaatkan dana perguliran tersebut sebanyak 5.316 kelompok dari 10 kabupaten.
Sebagai contoh, UPK yang telah berhasil dalam pengelolaan dana PNPM-MP, yakni UPK Kota Bangun, Kutai Kartanegara. UPK Kota Bangun dinilai berhasil karena mampu mengelola dana bantuan PPK dan PNPM-MP dengan jumlah bantuan mencapai Rp9,715 miliar dari 2007-2011.
"Saat ini UPK tersebut mengelola dana bergulir untuk kegiatan simpan pinjam perempuan (SPP) yang anggotanya terdiri dari kaum perempuan. Total dana yang telah disalurkan selama lima periode dengan total Rp9,715 miliar," jelasnya.
Selain itu, UPK Kota Bangun juga memprogramkan pengelolaan dana bergulir atau kredit. Jenis kredit yang disalurkan kepada penerima manfaat adalah SPP. Jenis kredit ini termasuk kredit jangka pendek untuk jangka waktu kurang atau sama dengan 1 tahun.
Kredit yang diberikan kepada Kelompok SPP bertujuan untuk membiayai usaha yang dijalankan oleh kelompok atau anggota baik untuk peningkatan usaha atau produksi sebagai kredit modal kerja maupun investasi.
Mengenai perkembangan dana bergulir tersebut, yakni Dana bergulir dari PNPM baik modal awal maupun jumlah dana yang telah digulirkan (omzet) yang dikelola UPK Kota Bangun dari tahun ke tahun bertambah dengan tingkat pengembalian 99 persen dengan total dana awal simpan pinjam Rp1.715.200.000,- dana tersebut telah bertambah sebesar Rp616.000.000,- atau 19 persen berdasarkan Neraca 31 Desember 2011 sehingga total dana yang dikelola sebesar Rp2.331.299.000,- rata-rata dana perguliran setiap bulan mencapai Rp300 juta - Rp400 juta per bulan.
"Melihat contoh dari program yang dilakukan UPK Kota Bangun, diharapkan UPK di 10 kabupaten di Kaltim mampu mendukung pengembangan pembangunan masyarakat di daerah. Caranya, dengan sistem manajemen UPK yang dilaksanakan secara tertib, teratur dan terarah, sehingga program PNPM-MP di Kaltim berjalan sukses," harapnya.
Read More

158 Desa di Banyuasin Terima Dana PNPM-MP 2012

9:26 AM | , , , , , , , , , , ,

Jumlah Desa dalam Kabupaten Banyuasin yang menjadi lokasi pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) pada tahun 2012 bertambah menjadi 158 Desa yang tersebar dalam 13 kecamatan. Sebelumnya, tahun 2011 hanya 151 desa/kelurahan dari 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuasin.

Kabid PMD Kelurahan Miswa, kepada Sripoku.com, Selasa (29/5/2012) menjelaskan, anggaran pengentasan kemiskinan pada tahun 2012 Kabupaten Banyuasin melalui program PNPM-MP sebesar Rp 23,3 miliar dengan rincian dari APBN Rp 20,9 miliar dan APBD Banyuasin Rp 818 juta.

"Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2011 sebesar Rp 18,7 miliar dari APBN dan Rp 4,6 miliar dari APBD," katanya.

Rincian desa/kelurahan lokasi PNPM-MP yakni Kecamatan Talangkelapa 9 desa, Rantaubayur 17 desa, Pulaurimau 17 desa, Banyuasin I 20 desa, dan Muaratelang 17 desa dengan dana PNPM masing-masing kecamatan Rp 3 miliar.

Kemudian Banyuasin III 8 desa, Betung 7 desa, Rambutan 15 desa, Makartijaya 12 desa, Banyuasin II 8 desa, dan Suaktapeh 9 desa dengan dana PNPM-MP masing-masing Rp 1,1 miliar. Untuk Muarapadang 11 desa Rp 800 juta dan Sembawa Rp 900 juta.
Read More

Penghematan Energi di Istana Negara

11:53 AM | , , , , , , , , , , , , , , ,

UPK Sumbersuko - Jakarta: Penghematan listrik di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta sudah dilaksanakan. "Berbeda dengan hari sebelumnya, sudah banyak lampu yang kita padamkan. Kalau berkeliling melihat kompleks ini, sudah hampir separuh mungkin yang biasa kita hidupkan, tidak kita hidupkan," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya pada acara penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) Tahun 2011 di Istana Negara, Rabu (30/5) pukul 10.00 WIB.

Pada kesempatan itu, Kepala Negara mengilustrasikan kisah bangsa Jepang yang melakukan penghematan energi besar-besaran usai Perang Dunia II. "Negara dan bangsa Jepang waktu itu bertekad untuk kembali membangun negaranya dari puing-puing peperangan, membangun kembali perekonomiannya. Salah satu yang dilakukan dalam misi maha besar itu adalah melaksanakan penghematan atas banyak hal yang mesti dihemat, termasuk penghematan di bidang energi, penghematan penggunaan listrik," ujar Presiden SBY.

Konon, pada saat itu Tokyo gelap di malam hari. Hanya dua gedung yang listriknya tetap menyala, yaitu gedung para pejabat Jepang yang bekerja 24 jam untuk memikirkan pemulihan ekonomi negaranya dan membangun Jepang pasca Perang Dunia II.

Ilustrasi kedua yang dicontohkan Presiden SBY masih mengenai bangsa Jepang, namun kali ini adalah pasca musibah tsunami yang melanda Negeri Sakura tahun lalu. "Ketika itu ada gangguan sumber listrik, yaitu pembangkit listrik tenaga nuklir di Jepang yang mengalami kerusakan, berkurangnya supply listrik, maka juga dilakukan penghematan pada saat seperti itu," Presiden SBY menjelaskan.

Ketika berkunjung ke Jepang dan bertemu dengan PM Naoto Kan serta Kaisar Akihito, Presiden SBY melihat banyak lampu yang dimatikan di dalam kompleks pemerintahan. Jepang yang merupakan ekonomi terbesar ke-3 dunia, pada saat negaranya mengalami kesulitan, juga bersedia untuk melaksanakan penghematan.

"Pidato saya tadi malam, yang saya sampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia, saya sungguh berharap mari kita bergandengan tangan untuk melaksanakan penghematan energi karena ada tekanan APBN kita," ujar SBY. "Kita memilih tidak menaikan harga BBM dan Tarif Dasar Listrik sekarang ini, tetapi agar selamat segala sesuatunya, agar aman APBN kita, maka opsi satu-satunya adalah mari kita lakukan penghematan energi secara signifikan," Presiden SBY menandaskan. ( Ari - UPK Sumbersuko )
Read More

Pulang Mondok Kaki dirantai Orang Tua

11:37 AM | , , , , , , , , , , , ,

Lumajang, UPK Sumbersuko
            Diduga tak kuat melakoni suatu ilmu, Samsul Arifin (26), Dusun Laban, RT 3, RW 2, Desa Labruk lor, Kecamatan Kota Lumajang, menjadi stress. Bahkan kini kondisi kakinya harus dirantai oleh keluarganya karena terus mengamuk. 
            Anak pasangan suami istri Matmari (50), dan Halimah (45), ini sekitar sepuluh tahun lebih telah dirantai kakinya. Dugaan sementara Arif mengalami stress karena tak kuat menjalani ilmu yang ia dapat usai mondok selama satu bulan disalah satu pondok asal Gesang.
            Menurut Halimah, sejak keluar dari Madrasah Ibtidaiyah kala itu, anaknya lantas di pondokkan disuatu tempat. Sayangnya waktu itu anaknya mondok tidak terlalu lama hanya sekitar satu bulanan saja.
            Ketika mondok, Arif kondisinya sakit dan kemudian olehnya diambil dan langsung di bawa ke RS Bhayangkara Lumajang untuk diobatkan.”Saat itu sekitar satu minggu penyakitnya sembuh dan kemudian saya bawa pulang kerumah lagi,”ungkap Halimah.
            Sebulan selang kesembuhannya itu, tak tahu awalnya, Halimah menceritakan jika anaknya itu kerap melakoni ritual-ritual yang tidak ia mengerti. Dari situlah perubahan pada anaknya tersebut lambat laun semakin terlihat.
            Bukan hanya itu saja, perubahan perangai yang awalnya Arif sebagai anak yang penurut saat itu berubah total menjadi anak yang pemarah.”Kalau sudah marah, apa saja dibanting sama dia,”ungkap Halimah sambil matanya terlihat berkaca-kaca.
            Kian hari perangai Arif  kian tak bisa dikendalikan lagi, bukan hanya keluarganya saja yang menjadi sasaran amukannya, tapi beberapa tetangganya yang tidak tahu duduk persoalannya juga menjadi sasaran amukan Arif.
            Akibatnya, karena dianggap meresahkan warga sekitar, pemuda yang  Berkulit kuning langsat ini lantas ditangkap oleh warga secara beramai-rami dan kemudian kedua kakinya dirantai.
            Proses perantaian itu juga atas kesepakatan orang tua Arif, sebab saat itu Halimah mengaku tak lagi sanggup mengganti barang-barang milik tetangganya yang dirusak oleh Arif. ”Uang mana lagi yang harus saya pakai mengganti semua kerusakan itu, “ ujar Halimah.
            Anak ke dua dari tiga bersaudara ini semakin hari semakin menjadi-jadi dan tak bisa dikendalikan, oleh sebab itu kemudian kedua tangan Arif akhirnya juga dirantai oleh keluarganya.
            Kalau tidak dilakukan hal semacam itu, dengan kondisi tangan tak dirantai, Arif masih bisa mengamuk dan memecahi lampu-lampu penerangan kamar tempatnya dirantai,”Sarung saja saya habis 20 biji, Mas” ungkap Halimah yang saat itu bersama kedua anaknya.
            Upaya untuk mengobati Arif telah dilakukan oleh Halimah, dari upaya pengobatan secara medis maupun menggunakan jasa paranormal telah dilakukan. Bahkan tak sedikit harta yang dihabiskan untuk mengobati anaknya itu.
            Tapi dari semua orang-orang yang didatangi untuk dimintai tolong menyebuhkan anaknya tidak satupun yang berhasil, bahkan untuk mengetahui apa sebenarnya penyakit anaknya tersebut, juga tidak ada yang tahu.
            Atas penderitaan yang dialami oleh Halimah dan keluarganya, akhirnya mendapat perhartian dari kepala desa setempat, beberapa tahun yang lalu pihak desa pernah membantu biaya untuk pengobatan Arif ke Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya,”Tapi selama satu bulan disana tapi tak mendapat hasil sama sekali, dan akhirnya dibawa pulang,”ungkap Halimah.
            Kini wanita yang mengaku bekerja sebagai buruh tani itu tak lagi mempu membiayai pengobatan anaknya tersebut. Apalagi barang-barang dirumahnya sudah banyak yang hancur akibat dirusak oleh Arif.
            Saat ini Halimah berharap, pemerintah Kabupaten Lumajang peduli dengan nasib anaknya. Sehingga bisa sembuh total seperti sediakala seperti remaja-remaja lainnya. ”Dia anak lelaki saya satru-satunya, sedangkan bapaknya usianya sudah tua sekali,” ungkap Hlimah sedih.
Read More

Kecelakaan Kunir

11:33 AM | , , , , , , , , ,

Kecelakaan - Kunir.- Maraknya kecelakaan kendaraan bermotor di jalan raya yang mengakibatkan nyawa melayang dengan sia-sia, kejadian tersebut hampir kita  dengar setiap hari. Kali ini korbannya adalah Irfan (18), pelajar SMAN Kunir yang beralamat di Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir tewas seketika dengan kondisi kepala pecah.
Kronoligisnya, ketika hendak menyalip truk bermuatan tebu yang ada di depanya, sepeda motor korban oleng, kemudian korban terjatuh dengan kepala di depan ban truk, seketika itu akhirnya korban meninggal di tempat dengan kondisi kepala pecah.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (28/5) sore, sekitar pukul 16.00 Wib, di jalan Desa Dorogowok, Kecamatan Kunir, tepatnya di utara Kantor Balai Desa Dorogowok. Sore itu korban berboncengan dengan Yanti (17), teman perempuan sekelasnya  dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Smash warna biru silver dengan Nopol L 5329 XA.
Korban berangkat dari rumahnya berempat dengan teman-temannya yang sama-sama berboncengan mengendarai sepeda motor, hendak pergi ke Lumajang untuk membeli salah satu bahan peralatan untuk kegiatan  ketrampilan ekstrakulikuler di sekolahnya.
Namun, ketika sampai di jalan Desa Dorogowok, tepatnya di depan Kantor Balai Desa Dorogowok. Di depanya ada truk besar bermuatan tebu Dengan Nopol P 9282 MZ yang di kendarai Andi Kusuma (35), asal Dusun Nogosaripersil, Desa Sumbersari Kecamatan Rowokangkung.
Mungkin karena kondisi truk berjalan pelan, ditambah lagi jalan yang sempit, akhirnya mereka berempat sepakat untuk menyalip truk bermuatan tebu tersebut. Nanda (17), yang berboncengan dengan Wulan (17), mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hitam yang ketika itu berjalan paling depan dan menyalip truk tebu itu duluan.
“Ketika giliran Irfan yang berboncengan dengan Yanti, tiba-tiba saat menyalip truk tebu tersebut, sepeda motornya oleng, dan seketika korban terjatuh dan terpental dari motornya. Naasnya korban terjatuh dibawah truk, sedangkan Yanti jatuh bersama motornya ke tepi jalan,”terang Nanda kepada Memo, saat ditemui di Puskesmas Kunir.
Dari peristiwa kecelakaan tersebut, kondisi badan korban utuh, namun kepala korban pecah, akibatnya korban meninggal dunia di tempat, sedangkan yanti hanya mengalami luka ringan pada kakinya dan di bawa ke Puskesmas Kunir.
Sedangkan warga yang mengetahui peristiwa tersebut, segera melapor ke petugas Polsek Kunir, kemudia diteruskan ke Satlantas Polres Lumajang. Beberapa waktu kemudian akhirnya petugas dari Satlantas datang, dan setelah mengadakan olah tempat kejadian perkara (TKP) akhirnya jasad korban langsung dievakuasi ke RSUD Dr Hariyoto untuk dilakukan otopsi.
Menurut Andi Kusuma, sopir truk yang diamankan di Mapolsek Kunir, kepada Memo mengatakan kalau ketika itu tidak tahu kalau truknya melindas kepala korban,”sebelumnya saya tidak menyadari Pak, kalau dibawah truk ada korban yang kepalanya pecah,saya baru tahu ketika warga teriak-teriak akhirnya saya berhenti dan menepi, “ungkap Andi. ( UPK Sumbersuko )
Read More

Demo berlangsung aman

11:23 AM | , , , , , , , , , ,

Demo Bupati
Berita Lumajang: Janji untuk melakukan aksi demo di depan Pemkab Lumajang oleh Forum Silaturahmi Wotgalih benar-benar dibuktikan, namun kali ini sayangnya aksi demo diwarnai dengan perusakan dan berbeda dengan aksi demosntrasi sebelumnya yang sudah sering dilakukan oleh Foswot, kali ini aksi yang dipusatkan di depan pemkab Lumajang berbuah perusakan. Sejumlah pendemo melakukan aksi pengrusakan terhadap fasilitas umum yang ada disekitar Pemkab Lumajang.
Semula ratusan warga yang berusaha mendesak masuk ke halaman Pemkab Lumajang menjebol pagar pintu gerbang sisi barat dan sebelumnya, dua lampu yang berada di depan pemkab juga dirusak masa juga melakuka perusakan pagar besi hingga akhirnya roboh.
Selang beberapa lama, massa lagi-lagi melakukan perusakan. Mula-mula, mereka membakar dua buah boneka berukuran besar yang memang dibawa oleh para demonstran dan diikatkan pada pagar pemkab. Aksi mereka berjalan mulus karena sama sekali tidak dihalang-halangi oleh petugas. Sesaat kemudian, replika jaran kencak dan pisang juga menjadi sasaran pendemo. Satu persatu, replika itu dirobohkan kemudian terotoar dan tulisan Pemkab Lumajang di depan kantor pemkab juga tidak luput dari aksi para demonstran.
Pihak kepolisian hanya terlihat mendokumentasikan aksi pengrusakan tersebut. Namun aksi mereka ternyata berbuah gesekan fisik dengan para demonstran. Demonstran yang tidak mau aksinya direkam menghalangi dan meminta pihak kepolisian untuk menghapus gambar mereka. Keributan pun tidak bisa dielakkan. Beruntung, keributan tidak berjalan lama karena berhasil dilerai. Petugas polisi yang mengambil gambar juga ditarik oleh petugas yang lain ke Mapolres Lumajang.
Sejatinya, Korlap aksi yang bergantian berorasi sudah meminta agar tidak ada aksi perusakan. Sebab, itu akan merugikan warga sendiri. Namun, himbauan agar tidak terjadi perusakan tidak dielakkan. Satu persatu warga bergantian melakukan aksi tersebut. Beruntung, aksi pengrusakan tidak meluas hingga massa membubarkan diri.( Ari / UPK Sumbersuko )
Read More

Rumah Kades diSatroni Maling

7:38 AM | , , , , , , , , , , , ,

upkpnpmku.blogspot.com - Rumah Kepala Desa Dorogowok Kecamatan Kunir hari ini, Rabu (16/05), sekitar pukul 02.00 WIB dini hari didatangi pencuri yang berhasil masuk kedalam rumah dan membawa kabur sejumlah barang berharga yang ada didalam rumah serta uang tunai.

Bapak Supin (48) Kepala Desa Dorogowok melaporkan kejadian pencurian yang baru saja dialaminya ke Polsek Kunir (Joko Yuwono). Akibat kejadian ini, Supin mengaku telah kehilangan barang berharga miliknya antar lain 1 buah sepeda motor Honda Mega Pro warna Hitam Nopol N 3675 YP, uang tunai senilai Rp 4 juta dan 1 buah cincin emas seberat 20 gram.

Dari sejumlah barang yang hilang tersebut, korban diperkirakan menderita kerugian sebesar Rp 25 juta. Korban menuturkan, pelaku diperkirakan masuk kedalam rumah dengan cara memanjat pagar tembok sebelah timur rumah korban dengan menggunakan 2 buah tangga. "Setelah kejadian, saya lihat ada 2 buah tangga berdiri di luar pagar tembok rumah saya," ujar Supin.

Setelah itu, pelaku memasuki rumah melalui pintu tengah yang memang, menurut Supin, sehari-harinya tidak pernah dikunci. Setelah berhasil masuk kedalam rumah, pelaku beraksi mencari barang berharga yang ada didalam rumah.

Kapolsek Kunir AKP Jumali ketika dikonfirmasi wartawan atas kejadian tersebut mengatakan sudah menerima laporan dari anggotanya dan masih melakukan pendalaman untuk menangkap pelaku. "Kami sudah melakukan olah TKP dan doakan agar pelaku segera dapat ditangkap," ungkapnya.
Read More

Black Box akhirnya ditemukan

1:27 PM | , , , , , , , , ,

Komandan evakuasi Kopassus Letkol Inf. Taufik Sobri (kiri) dan Lettu Inf. Taufik (dua kiri) menunjukkan black box Sukhoi Superjet 100 yang berhasil ditemukan di posko utama evakuasi SAR gabungan di Cijeruk, Jawa Barat, tadi malam. Mereka didampingi Danrem 061/Suryakancana, Kol Inf AM Putranto (dua kanan), dan Kombes Pol Aneka Pristafuddin (dua kanan).

BOGOR – Tim search and rescue (SAR) akhirnya berhasil menemukan kotak hitam atau black boxpesawat Sukhoi Superjet (SSJ) 100 yang jatuh di Gunung Salak,Kabupaten Bogor, Rabu (9/5).

Kunci pengungkap penyebab kecelakaan pesawat ini ditemukan empat anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNIAngkatan Darat bersama personel Federasi Panjat Tebing Indonesia di tebing sedalam 200 meter. Kepastian ditemukannya black box dikonfirmasi Komandan Korem 061/Suryakancana Kol Inf AM Putranto.Dia mengaku mendapat informasi penemuan pada pukul 21.00 WIB. Menurut dia, tim Baret Merah berhasil mengambil kotak hitam dengan cara menggunakan tali (rappelling). Hal itu dilakukan mengingat kemiringan lokasi yang mencapai 85 derajat.

” Kotak hitam ditemukan sudah dalam keadaan terbakar.” ”Bahkan kotak pelindung yang berwarna oranye sudah hilang sehinggawarnanya menghitam karena terbakar,” ujarnya kepada wartawan di Bogor tadi malam. Putranto menuturkan, sebelumnya tim tersebut diturunkan melalui helikopter pada Selasa (15/5) pagi.Tim ini diturunkan karena diyakini mereka sudah tahu lokasi kotak hitam tersebut. Sebelumnya mereka juga menemukan ELT dan alat komunikasi. Saat ditemukan, black box terlempar sejauh 100 meter dari ekor pesawat, tempat kotak ini berada pada awalnya.

Kepala Penerangan Kopassus dan komandan evakuasi dari tim Kopassus Letkol Inf Taufik Sobri membenarkan timnya berhasil menemukan perekam data yang sangat dicari tersebut.Menurut dia, tim terdiri dari Lettu Inf Taufik sebagai ketua regu, Sertu Diding, Serda Ahmad Baso dan Prada Chairil.‘’Kami memang membentuk tim raffling.Tim ini yang kami andalkan karena mereka sudah mengenal rutenya, sehingga mempermudah proses pengangkatan,”ungkapnya. Ketua regu evakuasi tim Kopassus, Lettu Inf Taufik, menjelaskan, bersama empat anggota lain dia harus turun dengan tali sepanjang 200 meter di tepi jurang.

“Awalnya kami mengira itu hanya kotak biasa,karena bentuknya sudah tidak seperti semula.Warnanya hitam dan sudah tidak ada penutupnya,” ujarnya, dengan wajah gembira. Saat ditemukan kotak tersebut berada di antara pohonpohon dan terkubur di dalam tanah. Diduga, kotak tersebut terlempar akibat ledakan dan terbakar.“Ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB, kotak itu langsung kami bawa dengan ransel,” tegasnya. Setelah itu, kotaknya langsung dievakuasi dengan menggunakan jalur darat dari Posko Cimelati.

Sementara itu, evakuasi korban pesawat Sukhoi Superjet akan dilanjutkan, meskipun masa tanggap darurat tujuh hari sudah berakhir. Evakuasi dilanjutkan karena masih banyak korban belum ditemukan. Hingga kemarin tercatat sudah ada 31 kantong jenazah yang dievakuasi dari Bogor ke Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, untuk proses identifikasi. Adapun korban yang menumpang pesawat nahas tersebut berjumlah 45 orang.Posisi korban diperkirakan berada di lembah yang kedalamannya mencapai 1.500 meter sehingga sulit dijamah tim SAR. Sementara tim SAR masih berada di kedalaman 600 meter dari lokasi kecelakaan, yang diperlebar hingga radius 250 meter.

“Melihatkondisiyangada, kamiakan meneruskan sampai nanti ada keputusan lebih lanjut,” kata Daryatmodalamkonferensipers di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta,kemarin. Kemarin juga hari terakhir tim evakuasi dari Rusia membantu proses evakuasi jatuhnya pesawat SSJ-100. Bila dirasa belum cukup,waktu tim Rusia di Indonesiaakandiperpanjang. “Tim Rusia kasih waktu 3 hari. Kalau mereka merasa perlu diperpanjang, kan kita tidak begitu saja bilang tidak boleh masuk. Dikasih waktu oleh danrem,” kata Search Mission Coordinator (SMC) evakuasi Sukhoi Superjet 100,Putu Parwa,di landasan heli Cijeruk,Pasir Pogor, Kabupaten Bogor,kemarin.

Adapun di TKP, tim SAR melakukan penyapuan lokasi jatuhnya pesawat SSJ-100 dengan bergerak vertikal ke kiri dan ke kanan untuk memastikan tidak ada lagi jenazah yang tidak terevakuasi.Tim SAR Rusia juga sudah sampai ke lokasi pesawat jatuh dan membantu evakuasi.Ketua tim SAR Rusia, Cupalenkov, melalui penerjemahnya mengakui medan Gunung Salak sangat berat. ( Ari/16-5-2012)
Read More